Friday May 27, 2022

Tidak Main-Main, Ini Resiko Jika Kabur dari Pinjaman Online

Auto Draft

Pada era sekarang, masyarakat lebih merasa dimudahkan dengan adanya layanan pinjaman online yang disediakan oleh industri fintech landing. Tapi siapa sangka, jika resiko yang di dapat juga begitu besar. Resiko kabur dari pinjaman online biasanya dirasakan oleh orang-orang yang gagal atau tidak sanggup untuk melunasi hutang yang dimilikinya.

Cara memakai jasa pinjaman online sekarang begitu mudah, ada banyak artikel di internet yang menjelaskan hal tersebut. Tetapi alangkah baiknya, peminjam harus mengetahui resiko apa yang nantinya akan dihadapi. Ketika tidak bisa membayar atau kabur dari pinjaman online. Berikut ini resiko yang akan dihadapi jika kabur dari pinjaman online.

Auto Draft

1. Diberi Peringatan

Hal ini pasti lumrah terjadi pada setiap penyedia jasa pinjaman uang. Tidak hanya di fintech, bank konvensional pun demikian. Biasanya pengguna atau nasabah jasa pinjaman online akan diberi peringatan atau pemberitahuan pelunasan hutang sesuai kesepakatan awal. Yakni, 3 hari sebelum jatuh tempo. Karena online, maka peringatan akan di beritahu melalui SMS atau telepon.

2. Masuk ke Dalam Blacklist SLIK OJK

Sebagai otoritas jasa keuangan yang ada di Indonesia, OJK memiliki sistem layanan informasi keuangan atau SLIK. SLIK dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk memperlancar proses penyediaan dana. Fintech atau penyedia layanan pinjaman online yang resmi, pasti akan terdaftar atau berizin pada OJK. Ini menunjukan bahwa fintech telah dipercaya oleh lembaga pemerintahan yang sah.

Nah, jika menggunakan jasa pinjaman online, pengguna akan diminta untuk memasukkan data pribadi. Seperti KK, KTP, NPWP dan slip gaji terakhir. Dari sini, jika pengguna kabur, tidak memenuhi kewajibannya dalam melunasi hutang, maka data tersebut akan di blacklist. Resikonya, pengguna tersebut tidak akan lagi bisa mengharapkan bantuan finansial di lembaga keuangan Indonesia.

3. Bunga dan Denda Menumpuk

Resiko kabur dari pinjaman online yang selanjutnya adalah bunga yang akan terus berjalan. Hal ini akan mengakibatkan akumulasi bunga dan denda membengkak. Selain itu, denda akan dijatuhkan jika tidak membayar sesuai dengan tempo yang diberikan.

Tentu ini sangat membebani, selain akumulasi total dana yang dipinjam. Jadi, ketika ingin menggunakan jasa fintech harus lebih bisa mempertimbangkan segala jenis aspek didalamnya.

4.  Terganggu oleh Debt Collector

Sudah bukan rahasia bahwa gangguan debt collector pasti merupakan resiko jika kabur dari pinjaman online. Pihak fintech atau pinjaman online pasti memiliki anggota yang dikhususkan untuk bisa menyelesaikan permasalahan pelunasan hutang yang tak kunjung dibayarkan. Biasanya debt collector akan mulai menagih jika sudah jatuh tempo pelunasan, tapi pengguna tidak kunjung melunasinya.

Debt collector pasti akan dikerahkan oleh pihak fintech untuk menagih para pengguna jasa pinjaman online. Debt collector akan menagih di berbagai tempat seperti rumah, kantor, atau lokasi tempat usaha. Tentu, hal ini akan sangat mengganggu dan tidak membuat nyaman mobilitas sehari-hari. Hal ini karena akan selalu diikuti dan diawasi debt collector.

5. Menagih Kepada Orang Terdekat

Seperti yang diketahui, sebelum pengguna bisa meminjam uang, pasti fintech akan meminta data  pribadi untuk validasi. Selain itu, biasanya pihak fintech juga meminta kontak orang terdekat. Nah, pada saat tidak bisa melunasi hutang, pihak fintech akan menghubungi kontak orang terdekat seperti teman, kerabat atau lainnya untuk menagih hutang yang tidak dibayar.

 

Berikut tadi adalah resiko kabur dari pinjaman online. Diharapkan untuk mempertimbangkan segala sesuatu aspek di dalamnya sebelum mengambil keputusan menggunakan jasa pinjaman online. Agar terhindar dari masalah tersebut di atas.

x6zo6

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top